Liputan6.com, Jakarta: Fenomena mencontek di sekolah-sekolah terutama saat penyelenggaraan ujian negara sebaiknya jangan dibiarkan terjadi. "Membiarkan mencontek, berarti menumbuhsuburkan ketidakjujuran. Ini akan mengakibatkan negara kita tidak bermartabat," tegas pakar pendidikan nasional, Arif Rahman, di Jakarta, Sabtu (11/6).
Menurut Andi Rahman, buat apa mengejar kuantitas kelulusan, jika kualitas kejujuran diabaikan. "Karena itu, saya setuju dengan penangkapan dan pemecatan terhadap tenaga pendidik (guru) akibat ulahnya membantu aktivitas percontekan selama pelaksanaan ujian," tandasnya.
Baginya, masyarakat boleh-boleh saja memberi atensi berwujud keprihatinan, tapi jangan sekali-kali membela hal-hal yang tidak jujur. "Ini harus diproses hukum dan diadili dengan seadil-adilnya. Sekali lagi, jangan biarkan anak didik kita dan generasi masa depan bangsa ini tidak bermartabat," pungkas Arif Rahman.
liputan6.com

0 komentar:
Posting Komentar