Siswa tunanetra sedang menggunakan mistar braille buatan mahasiswa UNY (Foto: dok. UNY)
Siswa tunanetra kini tak perlu kesulitan mengerjakan soal-soal praktik fisika yang biasanya melibatkan pembacaan skala. Mereka akan dibantu dengan alat ukur berhuruf braille buatan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Inovasi ini merupakan ide yang dituangkan lima mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UMY ke dalam proposal Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian (PKM-P) 2011. Mereka adalah empat mahasiswa jurusan pendidikan Fisika, yakni Delthawati Isti R, Rina Supriyani, Tollaal Badru, dan Unik Ika Pertiwi serta dibantu oleh seorang mahasisa pendidikan matematika Janu Arlinwibowo.
Delthawati berharap, alat ukur Braille ini dapat membantu para siswa melakukan pengukuran seperti orang normal dan dapat digunakan dalam kegiatan praktikum IPA. "Alat ini juga dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga kemampuan para tunanetra secara psikomotorik dalam praktikum dapat terasah," kata Delthawati seperti dikutip dari situs UNY, Selasa (7/6/2011).
Dia mengklaim, inovasi media ajar buatan timnya belum ada di pasaran, bahkan di sekolah luar biasa.
Produk buatan Delthawati dan kawan-kawannya itu meliputi mistar Braille untuk mengukur panjang (Mistar Braille), Neraca Pegas Braille untuk mengukur massa dan gaya benda, serta Gelas Ukur Braille untuk mengukur volum benda.
"Alat ini juga dibuat dengan tingkat keakuratan yang sama dengan alat ukur yang digunakan anak normal, sederhana, dan mudah menggunakannya," Delthawati mengimbuhkan.
Mereka berharap, selain membantu kegiatan praktikum siswa tunanetra, inovasi tersebut dapat memotovasi para guru untuk menciptakan alat bantu pengajaran yang dapat memperlancar kegiatan pendidikan IPA para siswa berkebutuhan khusus tersebut.
Inovasi lima mahasiswa UNY ini telah diujicobakan di MTs LB/A Yaketunis Yogyakarta dan sekolah inklusi MAN Maguwoharjo Yogyakarta.
Inovasi ini merupakan ide yang dituangkan lima mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UMY ke dalam proposal Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian (PKM-P) 2011. Mereka adalah empat mahasiswa jurusan pendidikan Fisika, yakni Delthawati Isti R, Rina Supriyani, Tollaal Badru, dan Unik Ika Pertiwi serta dibantu oleh seorang mahasisa pendidikan matematika Janu Arlinwibowo.
Delthawati berharap, alat ukur Braille ini dapat membantu para siswa melakukan pengukuran seperti orang normal dan dapat digunakan dalam kegiatan praktikum IPA. "Alat ini juga dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga kemampuan para tunanetra secara psikomotorik dalam praktikum dapat terasah," kata Delthawati seperti dikutip dari situs UNY, Selasa (7/6/2011).
Dia mengklaim, inovasi media ajar buatan timnya belum ada di pasaran, bahkan di sekolah luar biasa.
Produk buatan Delthawati dan kawan-kawannya itu meliputi mistar Braille untuk mengukur panjang (Mistar Braille), Neraca Pegas Braille untuk mengukur massa dan gaya benda, serta Gelas Ukur Braille untuk mengukur volum benda.
"Alat ini juga dibuat dengan tingkat keakuratan yang sama dengan alat ukur yang digunakan anak normal, sederhana, dan mudah menggunakannya," Delthawati mengimbuhkan.
Mereka berharap, selain membantu kegiatan praktikum siswa tunanetra, inovasi tersebut dapat memotovasi para guru untuk menciptakan alat bantu pengajaran yang dapat memperlancar kegiatan pendidikan IPA para siswa berkebutuhan khusus tersebut.
Inovasi lima mahasiswa UNY ini telah diujicobakan di MTs LB/A Yaketunis Yogyakarta dan sekolah inklusi MAN Maguwoharjo Yogyakarta.
www.okezone.com

0 komentar:
Posting Komentar